Bak kebutuhan primer, generasi milenial menyatakan bahwa travelling adalah sebuah kebutuhan pokok. Generasi milenial mana nih suaranya? J Setujukah kalian dengan pernyataan “ travelling adalah sebuah kebutuhan pokok?” hmmm.. pasti pada angkat tangan semua ya alias setuju hahaha.. Menurut pendapat saya yang mana juga sebagai generasi milenial sangat setuju dengan pendapat tersebut. Ada banyak alasan mengapa saya setuju akan pernyataan tersebut, meskipun banyak juga orang – orang berpendapat berbeda mengenai travelling. Sebagian orang menganggap bahwa travelling hanyalah ajang untuk menhamburkan uang alis foya – foya, ajang persaingan foto – foto keren di instagram, dan menghabiskan banyak waktu yang seharusnya bisa digunakan untuk hal – hal lain yang lebih “berfaedah”. Memang prndapat orang berbeda – beda, tergantung orang yang mendefinisikan trevelling itu seperti apa.
Jauh dilubuk hati saya terdalam, travelling amat sangat penting untuk dilaksanakan. Kegiatan sehari – hari yang sangat padat, hiruk pikuk kendaraan, tuntutan tugas sekolah , pekerjaan rumah, belum lagi hal – hal kecil lainnya yang semakin hari semakin menjadi – jadi. Sampai – sampai kita terkadang tidak ada waktu hanya untuk sekedar mengobrol dengan orang tua tentang apa yang telah kita lakukan hari ini atau sekedar hangout dengan teman. Jika hal ini terus terjadi maka kita akan mencapai titik dimana kita akan merasakan yang namanya stress karena kita tidak ada waktu hanya untuk rileks dan bersenang – senang.
Travelling adalah kebutuhan. Tidak perlu dilakukan setiap minggu, tapi sesuaikan juga dengan waktu kalian. Tidakkah kalian tau? Travelling memiliki banyak sisi positifnya. Pertama, travelling adalah cara kita agar kita selalu bahagia dan bersyukur. Disetiap perjalanan travelling pasti banyak akan dihadapkan dengan kejutan – kejutan yang tidak kita duga sebelumnya. Kedua, kita bisa mengerti bahwa pandangan orang di setiap daerah atau negara berbeda – beda, adat – istiadat, dan kebiasaan yang berbeda. Kita juga akan belajar menghargai dengan umat lain, dan tentu nya menjungjung tinggi perbedaan yang ada. Ketiga, travelling adalah cara Tuhan menyadarkan agar selalu ingat untuk memandangi dan menikmati alam nan indah ciptaan-Nya.

Di era serba digital seperti sekarang ini tidaklah sulit untuk mencari destinasi pariwisata sebagai referensi liburan kalian. Generasi milenial seakan dimanjakan dengan perkembangan teknologi yang sangat pesat ini. Kalian hanya perlu duduk manis, ambil smartphone, dan menggerakkan jari untuk mencari destinasi pariwisata yang kalian inginkan. Walaaaa… dalam hitungan detik kalian sudah mendapatkan destinasi yang kalian cari dengan mudahnya. Deskripsinya pun lengkap, mulai dari penjelasannya, sejarah, pesan tiket, akomodasi, hotel, dan lain sebagainya.

Esssttt…kalian tidak perlu khawatir untuk budget travelling. Dengan pesatnya perkembangan teknologi, tidak hanya di bidang IT namun juga di bidang akomodasi. Banyak travel agent menawarkan paket – paket liburan ke destinasi yang kalian inginkan. “Paket Super Lengkap” begitulah tag line mereka si travel agent, karena paket travelling sudah termasuk akomodasi, makan dan tiket destinasi. So, kalian hanya menyiapkan diri dan segera berlibur yeay! Terdapat juga promo dan tentu saja harga bisa disesuaikan dengan budget kalian.

Ada yang bilang “Generasi Milenial lebih suka travelling dari pada shopping”. That’s right, milenial lebih suka travelling ketimbang shopping karena kita harus menghabiskan banyak uang hanya untuk shopping di mall, dan generasi milenial berfikir bahwa shopping di mall adalah hal yang mainstream dan sering dilakukan oleh orang kebanyakan. Generasi milenial lebih tertarik akan sesuatu hal yang lebih menantang dan anti mainstream yang jarang dilakukan dan jarang dikunjungi oleh banyak orang. Travelling adalah cara mereka mengeksplore dunia baru, lingkungan, serta pengalaman tak terlupakan yang belum pernah didapat sebelumnya.

Jadi, travelling bukan hanya sebuah impian semata. Semua orang bisa berlibur ke tempat destinasi yang mereka inginkan. Berlibur sejenak dari padatnya rutinitas sehari – hari. Ada saatnya kita juga perlu rileks dan bersantai sesaat dari rutinitas. Berkembangnya teknologi di era milenial seperti saat ini sangat memudahkan kita sebagai generasi milenial untuk sekedar mencari info tentang destinasi pariwisata yang ada. Seperti ungkapan yang mengtakan “life is on your hand”. So simple, but very meaningful:)
