Be yourself; Everyone else is already taken.
— Oscar Wilde.
This is the first post on my new blog. I’m just getting this new blog going, so stay tuned for more. Subscribe below to get notified when I post new updates.
Be yourself; Everyone else is already taken.
— Oscar Wilde.
This is the first post on my new blog. I’m just getting this new blog going, so stay tuned for more. Subscribe below to get notified when I post new updates.

Bali merupakan pulau nan indah. Siapa yang tidak tau pulau Bali?. Pasti banyak yang sudah mengetahui pulau bali karena pesonanya yang sangat indah. Tidak hanya di kalangan wisatawan lokal tetapi juga sudah diketahui hingga wisatawan manca negara. Bali memiliki banyak pesona keindahaan alam, adat istiadat masyarakat daerah yang sangat kental, serta terasa sangan nyaman untuk berwisata di Bali.
Banyak orang mengatakan bahwa pesona keindahan yang ditawarkan di pulau Bali amatlah indah. Para wisatawa rela pergi dari rumah mereka yang jauh hanya untuk berkunjung, mempelajari adat istiadat dan mencoba mencari suatu pengalaman yang tak terlupakan di pulau Bali. Dengan masyarakatnya yang sangat menjunjung tinggi adat istiadat sehingga ini yang memberikan daya tarik yang lebih bagi para wisatawan untuk berkunjung di Bali.

Ada banyak sekali destinasi pariwisata yang ada di Bali. Mulai dari yang sudah terkenal sampai destinasi baru yang anti mainstream. Semuanya ada di Bali. Jika ingin mempelajari budaya Bali, di daerah Ubud tempatnya. Di ubud banyak sekali daerah wisata yang menawarkan untuk mempelajari budaya daerah Bali. Jika ingin berburu sunset tempat yang paling bagus yaitu di uluwatu, jimbaran, dan juga kuta. Di pantai kuta juga menyediakan pelatihan untuk surfing bagi pemula. Berinjak ke sebelahnya, jimbaran adalah tempat bagus untuk mencicipi seafood dengan didampingi dengan pesona laut yang terpampang di depan mata kita.

Nusa dua adalah tempat yang sering kali digunakan untuk pertemuan delegrasi Negara – Negara bilateral yang bertaraf internasional. Jika wisatawan ingin meihat sunrise, gunung batur adalah tempat yang amat bagus untuk menyaksikan matahari yang menampakkan wajahnya di pagi hari. Dengan ketinggian yang tidak terlalu tinggi, jadi para wisatawan dapat dengan mudah mendaki gunung Batur untuk melihat sunrise. Ada juga yang mengatakan bahwa pulau Bali adalah pulau dengan seribu pulau. Ada banyak sekali pura yang ada di Bali. Namun ada satu pura terbesar di Bali yang sering disebut sebagai “mother temple”. Pura ini bernama Pura Besakih yang terletak di Karangasem. Pura Besakih adalah tempat yang sangat damai untuk melakukan wisata dengan mempelajari budaya daerah Bali karena masyarakat Bali tidak bia terlepas dari adat istiadatnya. Seperti ungkapan “sudah mendarah daging” di kehidupan sehari – hari masyarakat Bali itu sendiri.

Banyak sekali objek pariwisata di Bali yang wajib untuk dikunjungi. Pemerintah juga mengelola semua destinasi pariwisata yang ada di Bali dengan maksimal. Hal ini dikuatkan dengan adanya kebijakan – kebijakan yang dibuat untuk meningkatkan potensi dunia pariwisata daerah Bali. Kebijakan – kebijakan yang dibuat pemerintah di daerah bali salah satunya yaitu pengurangan sampah plastic sekali pakai. Dengan banayaknya wisatawan yang berkunjung ke Bali otomatis terjadi yang namanya penumpukan sampah terutama sampah plastic. Jadi pemerintah mengharapkan agar masyarakat Bali beserta wisatawan yang berkunjung ke Bali agar tidak menggunakan pastik sekali pakai dan menggantinya dengan kantog belanja dengan kain atau karung.

Dengan adanya potensi pariwisata di Bali, Bali dengan destinasi yang paling banyak dikunjungi para wisatawan menjadian Bali sebagai destinasi pariwisata yang siap bersaing di era global. Mengapa demikian?. Karena Bali sudah memiliki modal yang sangat memumpuni untuk bersaing di kalangan destinasi pariwisata yang ada di dunia atau berskala Internasional. Dengan perkembangan teknologi juga memberikan kemudahan kita untuk mempromosikan desninasi pariwisata yang ada di daerah Bali sehingga akan banyak nantinya wisatawan yang dating berkunjung ke Bali.
Didukung dengan pemerintah yang mengelola destinasi pariwisata di daerah Bali yang menunjukkan sikap kepeduliannya terhadap pengelolaan pariwisata di daerah Bali serta mengelola destinasi pariwisata dengan terorganisir dan terstruktur dan juga adanya kebijakan – kebijakan yang dibuat pemerintah daerah Bali dalam upaya meningkatkan potensi pariwisata di Bali menjadi lebih baik lagi. Kedepannya pemerintah daerah Bali akan terus berupaya menemukan potensi – potensi baru yang ada di Bali, mengembangkan daerah parwisatanya, mengelola daerah pariwisata yang ada, dan juga mempromosikannya melalui media sosial ataupun dengan mempromosikannya di pertemuan – pertemuan antar Negara yang biasanya diselenggarakan di hotel berbintang di daerah Nusa Dua Bali. Sehingga pariwisata Bali sangat siap bersaing di era globalisasi seperti sekarng ini. Terimakasih 🙂

Seorang gadis asli dari sebuah pulau kecil di seberang Bali yaitu Nusa Penida yang mempunyai sejuta impian untuk direalisasikan. Gadis tersebut bernama Putu Diah Ariyanti. Iya, Diah panggilannya. Diah itu adalah saya sendiriJ. Saya yang berasal dari keluarga yang tidak kaya namun memiliki banyak sekali impian, harapan, dan cita – cita di masa depan. Terasa tidak adil sekali bukan?. Orang miskin tapi banyak punya hayalan hahaha. Yap, benar sekali lingkungan sekitar saya pun pesimis kalau saya nantinya bisa mencapai cita – cita yang tinggi di kemudian hari. Tak luput dari kedua orang tua saya, mereka juga pesimis dengan mimpi saya. Namun saya tetap pada pendirian saya yaitu ingin merealisasikan setidaknya satu dari banyaknya impian yang saya miliki.

Saya banyak memiliki impian. Salah satunya yaitu berwirausaha. Impian ini sudah lama saya rencanakan sedari saya kecil. Mengapa menjadi wirausahawan?. Karena saya menyadari kalau saya tinggal di daerah Bali yang notabennya adalah daerah pariwisata. Ekonomi masyarakat Bali sebagian besar bertumpu pada industry pariwisata. Hal tersebut tidak bisa dipungkiri, karena masyarakat Bali sebagian besar bermata pencaharian di industry pariwisata. Dengan adanya potensi yang sangat besar di dunia pariwisata sehingga membuat saya dengan mantap ingin berwira usaha di bidang pariwisata kedepannya.


Daerah asli saya yaitu Nusa Penida. Hari ini siapa yang tidak tau Nusa Penida?. Saya rasa hampir semua orang di Bali, wisatawan lokal maupun internasional pun sudah mengetahui keindahan pesona pantai dan karang – karang yang ditawarkan di Nusa Penida. Sekarang Nusa Penida sudah amat banyak dikenal oleh halayak ramai. Namun, jauh sebelum Nusa Penida terkenal, Nusa Penida dulunya sebuah kampung dengan masyarakatnya yang memiliki pola pikir terbelakang. Hal ini disebabkan karena Nusa Penida jauh dari kota yang terpisahkan antar lautan yang amatlah luas. Seiring berjalannya waktu dan banyak datangnya pengaruh dari luar, kini Nusa Penida mulai dikenal di khalangan masyarakat ramai. Disinilah timbul ide dalam pikiran saya untuk bisa berwirausaha di bidang pariwisata dengan tujuan mengembangkan Nusa Penida menjadi salah satu destinasi yang sering dikunjungi tamu untuk berlibur.

Jika saya berkesempatan untuk merealisasikan impian saya, saya ingin mengembangkan potensi yang ada di daerah asli saya yaitu Nusa Penida. Saya ingin membuka destinasi baru bagi para wisatawan yang ingin berkunjung dan menjadikan Nusa Penida menjadi tujuan wisata yang paling banyak dikunjungi wisatawan. Dengan potensi yang ada, saya yakin bahwa kedepannya daerah asal saya akan berkembang menjadi destinasi pariwisata yang indah. Dan juga harapan saya setelah nanti lulus dari Sekolah Tinggi Pariwisata Bali ini nantinya ilmu yang saya dapatkan bisa saya implementasikan untuk membangun potensi pariwisata yang ada di daerah asal saya.

Persaingan diantara pelaku di dunia pariwisatapun tak terelakkan. Terasa kompetensi semakin sengit. Namun apabila saya bisa merealisasikan impian saya yaitu berwirausaha di daerah asal saya maka saya akan menerapkan strategi marketing yang menurut saya ampuh untuk mangajak para wisatawan berkunjung ke Nusa Penida. Pertama yaitu dengan memanfaatkan media internet. Promosi adalah hal yang penting dalam marketing suatu perusahaan. Dengan adanya era digital yang ada sekarang ini memudahkan kita untuk mempromosikan kepada wisatawan untuk berkunjung ke Bali melalui media internet. Kedua yaitu dengan media service kepada tamu yang baik. Tamu yang dating berkunjung ke Nusa Penida adalah tamu yang bepergian jauh dari rumah, lingkungan sekitar mereka, teman terdekat, dan juga keluarga mereka. Dan mereka selama berlibur akan tinggal di lingkungan yang baru bagi mereka dan tidak ada satupun teman atau keluarga terdekatnya.
Nah sekarang tugas kita sebagai pelaku pariwisata membuat rasa nyaman selama mereka berlibur di Nusa Penida. Seperti memberikan good service, senyum, salam, dan sapa. Ketika kita memberikan good service kepada tamu, maka tamu juga akan otomatis memberikan good feedback kepada perusahaan kita. Mereka akan member tahu sanak saudara, teman, dan keluarga mereka tentang pengalaman mereka berlibur di Nusa Penida. Dan hal ini membuat connection atau media yang sangat amat ampuh untuk mengajak tamu untuk berkunjung ke Nusa Penida.
Saya berharap saya kedepannya bisa merealisasikan impian saya jika diberi kesempatan. Saya sangat tidak akan menyia – nyiakan kesempatan yang ada. Dan saya ingin membuktikan kepada orang – orang yang pesemis dengan saya bahwa saya itu bisa dan saya bukan orang seperti yang kalian pikirkan. Sekian dan terimakasih.

Komputer, internet, google, email, website, yahoo, youtube dan masih banyak lagi. Itu semua hanyalah sebagian kecil dari contoh adanya revolusi industri di era sekarang ini. Pertama, kemajuan yang paling terasa adalah internet. Semua computer tersambung ke sebuah jaringan bersama. Komputer juga semakin kecil sehingga bisa menjadi sebesar kepalan tangan kita, makanya kita jadi punya smartphone. Bukan Cuma kita tersambung ke jaringan raksaksa, kita jadi selalu tersambung ke jaringan raksaksa tersebut. Inilah bagian pertama dari revolusi industry keempat. “Internet of Things” saat computer – computer yang ada di pabrik itu tersambung ke internet, saat setiap masalah yang ada di lini produksi bisa langsung diketahui saat itu juga oleh pemilik pabrik, dimanapun si pemilik berada.

Di zaman sekarang ini kita terasa dimudahkan dalam berbagai hal. Bak raja maupun ratu. Semakin berkembangnya teknologi semakin malas pula kita dibuatnya. Karena kita dengan mudah mencari apa yang kita inginkan. Sekarng kita seakan tidak bisa terlepas dari adanya teknologi. Seakan diperbudak oleh teknologi yang berkembang saat ini.
Dengan adanya perkembangan teknologi seperti sekarang ini, tentunya pasti ada dampak positif dan juga dampak negatifnya. Dampak negatifnya kita dipermudah dalam segala hal. Mulai dari mencari informasi, media pembelajaran, dan media digital. Namun tidak sedikit juga dampak negatifnya mulai dari adanya siber crime di social media, banyak ada hacker, dan juga penipuan. Disini kita sebagai manusia yang cerdas harus bisa memilah milah mana yang poitif dan bisa dimanfaatkan dengan baik dan dampak buruknya bagi kehidupan.

Seperti hal nya di bidang pariwisata. Sekarang ini pariwisata Indonesia sangat naik tajam. Hal ini juga tidak terlepas dari adanya pengaruh revolusi industry 4.0 atau generasi keempat yang saat ini sedang berkembang. Internet adalah salah satu media promosi Indonesia di bidang pariwisata. Ini terbukti dengan adanya lonjakan wisatawan asing maupun local yang dating berkunjung ke Indonesia khususnya Bali untuk sekedar berwisata dan juga mempelajari adat istiadat serta kebudayaan masyarakat lokal Bali. Pemerintah menyadari bahwa internet memberikan dampak yang signifikan dan juga efisiendi bidang pariwisata khususnya di Bali. Hal ini juga dapat berdampak kepada kesejahteraan masyarakat dan meningkatnya ekonomi di Bali.

Sampai dengan saat ini pemerintah Indonesia terus dengan giat menggancarkan promosi melalui media internet sebagai media promosi kepada para wisatawan. Seperti contohnya pemerintah melalui media sosial memberikan gratis visa kepada wisatawan asia yabg dating berkunjung ke Indonesia. Hal tersebut bisa kita lihat dengan banyaknya para wisatawan yang berasal dari Negara China dating berkunjung ke Indonesia. Setelah dilakukan survey kepada beberapa wisatawan, mereka mengatakan bahwa mereka mendapatkan informasi mengenai Indonesia dari media sosial internet. Jadi bisa kita katanya internet memberikan dampak yang besar bagi industry pariwisata di era berkembangnya industri 4.0 atau generasi keempat ini.

Kita sudah membicarakan tentang dampak postif dari pengaruh revolusi industry 4.0 ini. Orang mengatakan jika ada dampak positif pasti juga ada dampak negatifnya. Di zaman berkembangnya revolusi industry 4.0 ini tidak terlepas juga dengan dampak negative di belakangnya. Dampak negatifnya yaitu dengan banyaknya wisatawan yang berkunjung ke Indonesia, ini akan berdampak pada banayaknya timbunan sampah yang dihasilkan. Yap, semakin banyak orang maka semakin banyak pula sampah yang dihasilkan olehnya. Namun, dibalik dari itu semua pemerintah tidak tinggal diam. Kini pemerintah terus menggencarkan “No more plastic bag” di seluruh Indonesia. Kini pemerintah mengedukasi masyarakat adar mengurangi sampah plastic sekali pakai. Sebagai gantinya kita bisa menggunakan tas belanja yang terbuat dari kain, karung, dan juga dari serat tanaman. Di awal memang terasa sulit untuk mencanangkan hal tersebut. Namun pemerintah percaya bahwa semakin hari pasti aka nada dampak yang positif terutama di dunia pariwisata. Ini terbukti semakin hari timbunan sampah terutama sampah plastic dapat ditekan atau dikurangi pemakaiannya. Meskipun masih ada juga sebagian orang yang tidak mengerti mengapa pemerintah mencanangkan hal tersebut. Namun pemerintah terus teguh pendirian dan terus maju dengan program yang dijalankan.
Ada banyak sekali dampak dari pengaruh revolusi industri terutama di bidang pariwisata ini. Kita berharap semuanya dapat berjalan dengan positif dan lancer tanpa adanya pengaruh negative yang akan dating nantinya.
Bak kebutuhan primer, generasi milenial menyatakan bahwa travelling adalah sebuah kebutuhan pokok. Generasi milenial mana nih suaranya? J Setujukah kalian dengan pernyataan “ travelling adalah sebuah kebutuhan pokok?” hmmm.. pasti pada angkat tangan semua ya alias setuju hahaha.. Menurut pendapat saya yang mana juga sebagai generasi milenial sangat setuju dengan pendapat tersebut. Ada banyak alasan mengapa saya setuju akan pernyataan tersebut, meskipun banyak juga orang – orang berpendapat berbeda mengenai travelling. Sebagian orang menganggap bahwa travelling hanyalah ajang untuk menhamburkan uang alis foya – foya, ajang persaingan foto – foto keren di instagram, dan menghabiskan banyak waktu yang seharusnya bisa digunakan untuk hal – hal lain yang lebih “berfaedah”. Memang prndapat orang berbeda – beda, tergantung orang yang mendefinisikan trevelling itu seperti apa.

Jauh dilubuk hati saya terdalam, travelling amat sangat penting untuk dilaksanakan. Kegiatan sehari – hari yang sangat padat, hiruk pikuk kendaraan, tuntutan tugas sekolah , pekerjaan rumah, belum lagi hal – hal kecil lainnya yang semakin hari semakin menjadi – jadi. Sampai – sampai kita terkadang tidak ada waktu hanya untuk sekedar mengobrol dengan orang tua tentang apa yang telah kita lakukan hari ini atau sekedar hangout dengan teman. Jika hal ini terus terjadi maka kita akan mencapai titik dimana kita akan merasakan yang namanya stress karena kita tidak ada waktu hanya untuk rileks dan bersenang – senang.
Travelling adalah kebutuhan. Tidak perlu dilakukan setiap minggu, tapi sesuaikan juga dengan waktu kalian. Tidakkah kalian tau? Travelling memiliki banyak sisi positifnya. Pertama, travelling adalah cara kita agar kita selalu bahagia dan bersyukur. Disetiap perjalanan travelling pasti banyak akan dihadapkan dengan kejutan – kejutan yang tidak kita duga sebelumnya. Kedua, kita bisa mengerti bahwa pandangan orang di setiap daerah atau negara berbeda – beda, adat – istiadat, dan kebiasaan yang berbeda. Kita juga akan belajar menghargai dengan umat lain, dan tentu nya menjungjung tinggi perbedaan yang ada. Ketiga, travelling adalah cara Tuhan menyadarkan agar selalu ingat untuk memandangi dan menikmati alam nan indah ciptaan-Nya.

Di era serba digital seperti sekarang ini tidaklah sulit untuk mencari destinasi pariwisata sebagai referensi liburan kalian. Generasi milenial seakan dimanjakan dengan perkembangan teknologi yang sangat pesat ini. Kalian hanya perlu duduk manis, ambil smartphone, dan menggerakkan jari untuk mencari destinasi pariwisata yang kalian inginkan. Walaaaa… dalam hitungan detik kalian sudah mendapatkan destinasi yang kalian cari dengan mudahnya. Deskripsinya pun lengkap, mulai dari penjelasannya, sejarah, pesan tiket, akomodasi, hotel, dan lain sebagainya.

Esssttt…kalian tidak perlu khawatir untuk budget travelling. Dengan pesatnya perkembangan teknologi, tidak hanya di bidang IT namun juga di bidang akomodasi. Banyak travel agent menawarkan paket – paket liburan ke destinasi yang kalian inginkan. “Paket Super Lengkap” begitulah tag line mereka si travel agent, karena paket travelling sudah termasuk akomodasi, makan dan tiket destinasi. So, kalian hanya menyiapkan diri dan segera berlibur yeay! Terdapat juga promo dan tentu saja harga bisa disesuaikan dengan budget kalian.

Ada yang bilang “Generasi Milenial lebih suka travelling dari pada shopping”. That’s right, milenial lebih suka travelling ketimbang shopping karena kita harus menghabiskan banyak uang hanya untuk shopping di mall, dan generasi milenial berfikir bahwa shopping di mall adalah hal yang mainstream dan sering dilakukan oleh orang kebanyakan. Generasi milenial lebih tertarik akan sesuatu hal yang lebih menantang dan anti mainstream yang jarang dilakukan dan jarang dikunjungi oleh banyak orang. Travelling adalah cara mereka mengeksplore dunia baru, lingkungan, serta pengalaman tak terlupakan yang belum pernah didapat sebelumnya.

Jadi, travelling bukan hanya sebuah impian semata. Semua orang bisa berlibur ke tempat destinasi yang mereka inginkan. Berlibur sejenak dari padatnya rutinitas sehari – hari. Ada saatnya kita juga perlu rileks dan bersantai sesaat dari rutinitas. Berkembangnya teknologi di era milenial seperti saat ini sangat memudahkan kita sebagai generasi milenial untuk sekedar mencari info tentang destinasi pariwisata yang ada. Seperti ungkapan yang mengtakan “life is on your hand”. So simple, but very meaningful:)
This is an example post, originally published as part of Blogging University. Enroll in one of our ten programs, and start your blog right.
You’re going to publish a post today. Don’t worry about how your blog looks. Don’t worry if you haven’t given it a name yet, or you’re feeling overwhelmed. Just click the “New Post” button, and tell us why you’re here.
Why do this?
The post can be short or long, a personal intro to your life or a bloggy mission statement, a manifesto for the future or a simple outline of your the types of things you hope to publish.
To help you get started, here are a few questions:
You’re not locked into any of this; one of the wonderful things about blogs is how they constantly evolve as we learn, grow, and interact with one another — but it’s good to know where and why you started, and articulating your goals may just give you a few other post ideas.
Can’t think how to get started? Just write the first thing that pops into your head. Anne Lamott, author of a book on writing we love, says that you need to give yourself permission to write a “crappy first draft”. Anne makes a great point — just start writing, and worry about editing it later.
When you’re ready to publish, give your post three to five tags that describe your blog’s focus — writing, photography, fiction, parenting, food, cars, movies, sports, whatever. These tags will help others who care about your topics find you in the Reader. Make sure one of the tags is “zerotohero,” so other new bloggers can find you, too.